Selamat Datang Di Blog Puskesmas Setu 2 Dinkes Kab. Bekasi

Kamis, 18 Agustus 2011

Penyebab Sensasi Kesemutan di Payudara

Payudara terdiri dari banyak ujung saraf yang masing-masing mengirim umpan ke otak dalam menanggapi perubahan suhu, nyeri atau sentuhan. Kesemutan pada payudara dapat terjadi jika saraf rusak yang akhirnya menyebabkan mati rasa. Apa saja penyebabnya?

Kesemutan pada payudara biasanya terjadi karena ada kerusakan saraf pada payudara yang menyebabkan perasaan tertusuk-tusuk jarum, yang pada akhirnya dapat menyebabkan mati rasa. Gangguan saraf tertentu dapat menyebabkan kerusakan saraf pada payudara.

Berikut beberapa penyebab sensasi kesemutan pada payudara, seperti dilansir Livestrong, Kamis (18/8/2011):

1. Kehamilan
Payudara kesemutan dapat mewakili gejala awal kehamilan. Pada awal kehamilan, wanita mengalami perubahan kadar hormon termasuk estrogen dan progesteron.

Salah satu fungsi dari hormon-hormon tersebut di awal kehamilan adalah memberikan sinyal pada sel-sel payudara, yang menyebabkan pertumbuhan payudara dan pembangunan dalam persiapan untuk menyusui.

Menurut Ohio State University Medical Center, perubahan pertumbuhan payudara yang cepat dapat menyebabkan kesemutan di payudara dan puting karena payudara menyesuaikan dengan kehadiran jaringan kelenjar baru. Seiring waktu, kesemutan tersebut akan mereda karena payudara sudah menyesuaikan diri dengan ukuran dan bentuk barunya.

Jangan Pakai Sembarang Minyak untuk Pijat Payudara

Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk memperlancar pemberian ASI adalah melakukan pemijatan pada payudara. Tapi para ibu sebaiknya tidak sembarangan menggunakan minyak untuk memijat payudara.

Pemijatan pada payudara bisa membantu melancarkan saluran susu sehingga ASI yang mengalir lebih bebas dan membantu mengosongkan payudara. Kondisi ini akan memicu produksi ASI yang lebih banyak lagi.

Pijat ini juga penting dalam menjaga kesehatan payudara, karena jika payudara tidak dipijat atau tidak mendapatkan stimulasi maka memicu terjadinya penumpukan cairan yang nantinya menyebabkan masalah pada payudara seperti payudara nyeri, dan bengkak.

Terapi pemijatan payudara ini sebaiknya menggunakan minyak alami yang aman untuk kesehatan. Untuk itu cek terlebih dahulu kandungan dalam minyak tersebut apakah aman untuk bayi atau tidak terutama jika tertelan. Karenanya dianjurkan menggunakan minyak alami yang khusus diperuntukkan bagi ibu menyusui.

Pemijatan yang dilakukan setiap hari juga berfungsi meningkatkan kadar hormon oksitosin yang bisa membantu menenangkan dan membuat ibu rileks, sehingga secara otomatis ASI pun akan keluar.

Selain itu minyak alami yang digunakan untuk pemijatan juga bisa membantu mengurangi rasa sakit dan pembengkakan pada payudara yang biasa terjadi pada ibu-ibu menyusui, serta melembutkan kulit payudara dan membuatnya tetap sehat saat sudah tidak menyusui lagi.

Berikut ini beberapa tahapan yang bisa dilakukan dalam proses pemijatan payudara yaitu:

Sabtu, 06 Agustus 2011

Pegawai Puskesmas Setu 2 Latihan Komputer

          Di sela-sela kesibukannya dalam melakukan kegiatan pelayanan kesehatan di wilayah Puskesmas Setu 2, para karyawan Puskesmas Setu 2 dan Kepala Puskesmasnya melakukan peningkatan kemampuan individu pegawainya dalam penguasaan tekhnologi komputer, terutama dalam pengelolaan data kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Setu2.

Fhoto Kepala Puskesmas Setu 2 & Pegawai

Benarkah Hilangkan Bulu dengan Benang Bahaya Bagi Kesehatan ?

Barrington, Illinois, Salah satu teknik yang digunakan untuk mencabut bulu alis dengan menggunakan benang. Benarkah teknik mencabut bulu alis dengan menggunakan benang bisa berbahaya bagi kesehatan?

Penggunaan benang merupakan alternatif lain dalam mencabut bulu di wajah selain waxing dan pencabutan alami. Teknik ini telah digunakan sejak dulu oleh perempuan di India dan Timur Tengah, yaitu dengan menggunakan benang katun sederhana yang ditempelkan di kulit untuk menarik rambut atau bulu yang tidak diinginkan.

Tapi seiring bertambahnya kepopuleran teknik ini, banyak orang yang melakukannya tanpa keahlian khusus dan tidak memperhatikan kebersihan. Hal ini memicu kekhawatiran dari para ahli mengenai kesehatan dan keselamatan dari konsumen.

"Orang-orang harus berlatih terlebih dahulu dan memiliki lisensi terhadap teknik tersebut untuk keselamatan publik," ujar Susan Stanford dari Texas Department of Licensing and Regulation, seperti dikutip dari Healthland.Time, Rabu (3/8/2011).

Masalah kesehatan yang bisa ditimbulkan dari teknik ini adalah penggunaan benang secara berulang ke beberapa orang sehingga memicu penyebaran infeksi Staph, penyakit kulit menular lainnya serta pendarahan di wajah akibat kulit yang terjepit oleh benang.